Rabu, 25 Mei 2022

Jawa Barat Sudah Tekan Stunting Dari 33 Persen ke 13 Persen

PEMERINTAHAN   May 13, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 1.129 Kali


id4729_WhatsApp Image 2022-05-13 at 08.26.54.jpeg
SAMBUTAN: Gubernur Jawa Barat, Muhammad Ridwan Kamil, saat memberikan sambutan pada Apel Siaga BKKBN, disaksikan dari Ruang Command Center, Diskominfosantik Kabupaten Bekasi pada Kamis, (12/05/2022).FOTO: WULAN MAULIDDA/NEWSROOM DISKOMINFOSANTIK KAB BEKASI.

SUBANG – Gubernur Jawa Barat Muhammad Ridwan Kamil menyatakan sudah menekan angka stunting di Jawa Barat sekitar 20 Persen selama ia menjabat. Menurutnya populasi penduduk yang dimiliki Jabar hingga sekitar 50.000.000 ini, akan berkualitas apabila Angka stuntingnya dapat terus ditekan.

"Alhamdulillah di Jawa Barat, sebelum keluar Perpres, saya sudah membuat Pergub mengenai percepatan penurunan angka stuntung. Setelah 3 tahun dari awal saya menjabat sebelumnya di Angka 33 Persen, sekarang sudah di Angka 13 Persen, dan ini dilakukan secara door to door, dengan data yang real time," ujar saat menyampaikan sambutan  pada Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak di Alun-Alun Subang, yang didampingi Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya pada Kamis (12/05/2022).

Dia menjelaskan penduduk di Jawa Barat yang berusia di bawah 40 tahun sudah mendekati 60 Persen, artinya Jawa Barat, telah mendekati fase bonus demografi dikemudian hari.

"Karena itu pencegahan stunting dan keluarga berencana ini adalah langkah yang tepat dalam mempersiapkannya bonus demografi di Jawa Barat," tuturnya

Upaya tersebut, menurut Kang Emil harus disertai dengan maksimalnya pembangunan khususnya dalam hal penambahan fasilitas kesehatan di Jawa Barat agar memudahkan warga mendapat akses kesehatan yang cepat.

"Kalau saya lihat di desa-desa ada beberapa faktor terjadinya stunting, yang paling penting adalah jauhnya warga dari akses kesehatan yang kurang terjangkau, semestinya di Jawa Barat yang penduduknya 50 juta, puskesmasnya hanya 1000. Maka untuk jangka panjangnya di Indonesia mesti memiliki lima kali lipat  dari jumlah puskesmas yang ada sekarang, baru ini bisa maksimal menangani kesehatan warga," tandasnya. (*)

REPORTER: FAJAR CQA

EDITOR: TATA JAELANI

 

Berita Lainnya

Muspika Pebayuran bersama DLH Tutup TPS Ilegal di Desa Karangreja
PEMERINTAHAN   May 25, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Tingkatkan Pelayanan Publik dan Tertib Administrasi, Kecamatan Serang Baru Gelar Lomba Desa
PEMERINTAHAN   May 25, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kecamatan Babelan Gelar Lomba Posyandu Antar Desa dan Kelurahan
PEMERINTAHAN   May 25, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Disnasker Fokus Pelatihan Pembentukan Tenaga Kerja Profesional
PEMERINTAHAN   May 25, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Terjunkan Satgas Antisipasi PMK
PEMERINTAHAN   May 24, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik