Selasa, 07 Desember 2021

Investasi di Kabupaten Bekasi Capai Rp 13,45 Triliun

EKONOMI   May 24, 2021  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 1.103 Kali


18IMG_20210524_194702.jpg


CIKARANG PUSAT - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DBMPTSP) Kabupaten Bekasi, Sutia Resmulyawan mengatakan, penanaman modal di Kabupaten Bekasi pada semester pertama masih besar. Sebab, penanaman modal mencapai Rp 13,45 triliun.

"Ini menjadi nilai positif, Kabupaten Bekasi masih dipercaya para investor untuk menanamkan investasi,” kata dia, Senin (24/05/21).

Menurutnya, meski masih di tengah masa pandemi Covid-19 namun geliat perekonomian di wilayahnya mulai berkembang ditambah kondusifitas iklim investasi yang membuat para investor masih percaya untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Bekasi.

Realisasi investasi di Kabupaten Bekasi mencapai 36,23 persen. Dari angka tersebut, kata dia, dari total penanaman modal di Jawa Barat pada triwulan pertama 2021 yakni Rp37,1 triliun.

Investasi di Kabupaten Bekasi masih didominasi sektor penanaman modal asing yakni mencapai Rp 11,6 triliun sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar Rp1,8 triliun.

Belasan triliun rupiah investasi itu tercipta dari total 1.950 proyek yang terdiri atas 1.368 proyek investor asing serta 582 proyek dari penanaman modal dalam negeri.

Selain nilai penanaman modal ini, lanjut dia, sisi positif bagi daerah dengan industri terbesar di Asia Tenggara itu lantaran dari realisasi investasi ini terserap tenaga kerja.

"Dari data yang kami terima, setidaknya ada 6.732 tenaga kerja yang terserap dari ribuan proyek ini, jadi walaupun pandemi angka penyerapan tenaga kerja sangat tinggi,” ujar Sutia.

Tingginya realisasi investasi di Kabupaten Bekasi berasal dari industri di bidang otomotif yang menyumbang hingga Rp7,86 triliun.

Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp1,6 triliun, industri makanan sebesar Rp1,3 triliun, dan sisanya dari sejumlah sektor lainnya.

Dari sisi tenaga kerja, industri logam, mesin, dan elektronika paling banyak menyerap karyawan. Sedikitnya 4.475 tenaga kerja berhasil diserap setidaknya hingga triwulan pertama 2021, disusul sektor makanan dengan 692 tenaga kerja, dan otomotif sebanyak 684 tenaga kerja.

Apalagi, dikatakan Sutia, tahun lalu wilayahnya mampu merealisasikan investasi senilai Rp37,32 triliun. Hal itu jauh mengungguli Kabupaten Karawang di peringkat kedua dengan rasio 13,90 persen dan Kota Bandung di urutan ketiga dengan rasio 8,82 persen.

"Kita mampu merealisasikan 36 persen investasi hanya dalam waktu tiga bulan jika dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu. Geliat ekonomi di Bekasi masih bergairah,” ungkap dia.

Reporter : Ahmad Nursyeha

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

UMKM Bojongmangu Mengubah Tanaman Bambu Menjadi Karya Seni Bernilai Ekonomi
EKONOMI   Dec 7, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
CCEP Indonesia Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Lidah Buaya untuk Warga Sekitar Pabrik
EKONOMI   Dec 1, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
UMK Kabupaten Bekasi 2022 Diusulkan Naik 5,5 Persen
EKONOMI   Nov 25, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Dinas Perikanan Gelar Bazar Kuliner Olahan Ikan
EKONOMI   Nov 25, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Bank BJB Dukung Pemkab Bekasi Majukan UMKM
EKONOMI   Nov 23, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik