Senin, 02 Maret 2026

Festival Wayang Golek Purwa, Menjaga Warisan Budaya Adiluhung di Tanah Bekasi

BUDAYA   Dec 20, 2025  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 427 Kali


id12630_Compress_20251220_181323_3550.jpg
WAYANG GOLEK PURWA : Festival Wayang Golek Purwa yang digelar oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi di Museum Gedung Juang Tambun Selatan, Jumat hingga Sabtu, 19–20 Desember 2025.

Di pelataran Museum Gedung Juang Tambun, malam menjelma ruang sunyi yang sarat makna. Cahaya panggung menyentuh wajah-wajah kayu yang diukir dengan kesabaran waktu. Wayang golek purwa berdiri tegak di tangan dalang, bernapas melalui gerak, suara, dan cerita. Dari kayu tua itu, lahir petuah, asal-usul, dan harapan yang terus diperam oleh generasi. Festival Dalang Wayang Golek Purwa hadir bukan sekadar pertunjukan, melainkan denyut batin yang memanggil ingatan tentang siapa kita dan dari mana kita berasal.

Festival yang digelar oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bekerja sama dengan Disbudpora Kabupaten Bekasi ini berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 19–20 Desember 2025. Mengusung tema “Ngamumule Seni Pawayangan pikeun ningkatkeun ajen seni pedalangan Kabupaten Bekasi”, festival ini menjadi ikhtiar merawat seni pedalangan agar tetap tumbuh di tengah arus zaman yang kerap melupakan akar budaya.

Di balik gemeretak gamelan dan suluk yang mengalun lirih, tersimpan kerja panjang yang nyaris tak terdengar. Pepadi menjadikan festival ini sebagai ruang pembibitan, tempat anak-anak muda Bekasi belajar berdialog dengan leluhur mereka—melalui tokoh wayang, bahasa tutur, serta kisah-kisah yang diwariskan lintas generasi.

“Festival ini kami laksanakan sebagai bagian dari fondasi, dari way of life Pepadi. Kami sedang mencetak generasi pedalangan, khususnya putra-putra Kabupaten Bekasi,” ujar Sekretaris Pepadi Kabupaten Bekasi, Rahmatullah.

Ia menuturkan, setelah berkeliling dari kecamatan ke kecamatan, dari desa ke desa, Bekasi ternyata menyimpan potensi besar yang lama terpendam di balik hiruk-pikuk kawasan industri.

“Alhamdulillah, di Kabupaten Bekasi ini ternyata banyak bakat mendalang. Bukan hanya dalang, tapi juga nayaga dan juru kawihnya. Yang tampil sekarang ini semuanya putra-putri asli Kabupaten Bekasi,” katanya dengan nada syukur.

Festival ini tidak dikungkung oleh kekakuan pakem. Ia memberi ruang bernapas bagi kreativitas. Berbeda dengan ajang Bino Jakrama yang menuntut kepatuhan penuh pada pakem pedalangan dan laras gamelan, festival ini justru membuka pintu bagi kebebasan berekspresi dalang muda.

“Kalau Bino Jakrama itu harus pakem, gamelannya pun harus tok selendro. Tapi festival ini bebas, tergantung kreasi masing-masing dalang. Tidak harus terpaku pada pakem,” jelas Rahmatullah.

Antusiasme peserta sejatinya membludak. Namun keterbatasan waktu membuat panitia harus melakukan seleksi. Dari banyak peminat, terpilih sembilan dalang muda, mulai dari pelajar SMP, siswa SMKI, SMA, hingga mahasiswa. Mereka adalah benih, yang kelak, jika dirawat dengan sabar, bisa tumbuh menjadi dalang-dalang sohor.

“Kalau kita ingin bersaing di Jawa Barat, bahkan nasional, kita harus punya ciri khas. Dalang yang besar itu bukan hanya karena mahir, tapi karena punya kreasi dan karakter,” ungkapnya.

Namun merawat seni wayang golek bukan perkara sederhana. Pedalangan menuntut kesungguhan, fasilitas, serta dukungan nyata. Gamelan tak lagi cukup seadanya. Wayang harus layak. Tata suara dan visual mesti mengikuti perkembangan zaman, terlebih ketika pertunjukan kini juga hidup di ruang digital.

“Sekarang ini gamelan harus lengkap. Dulu panjak sepuluh orang cukup, sekarang bisa dua puluh sampai tiga puluh orang. Harus didukung alat yang bagus dan audio visual yang layak,” kata Rahmatullah.

Lebih dari itu, Pepadi Kabupaten Bekasi masih berjalan dalam keterbatasan. Sekretariat masih menumpang di rumah pribadi. Latihan dilakukan berpindah-pindah tempat, seolah seni besar ini belum memiliki rumah tetap.

“Saya berharap pemerintah daerah memberi dukungan konkret. Kami butuh sekretariat, tempat latihan, patepokan. Supaya keberlangsungan Pepadi dan regenerasi dalang Bekasi bisa terjaga,” harapnya.

Bagi Rahmatullah, dalang bukan sekadar penggerak wayang. Dalang adalah penjaga akal sehat masyarakat. Tontonan yang baik harus menjelma tuntunan. Dari tokoh Cepot, Semar, hingga Dawala, terselip nilai agama, kebijaksanaan, dan nasihat hidup yang relevan sepanjang masa.

“Dalang itu harus terus belajar. Ilmu pedalangan tidak pernah putus. Harus punya semangat, motivasi kuat, dan dasar niat yang benar,” ujarnya lirih.

Ia sendiri adalah bocah Cikarang yang tumbuh dengan bahasa Betawi, lalu jatuh cinta pada dunia pedalangan Sunda. Kepuasan terbesarnya bukan gemuruh tepuk tangan, melainkan ketika wayang menjadi jalan menyampaikan pesan dan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Batin saya puas ketika bisa memberi sesuatu untuk masyarakat. Wayang itu media dakwah, media pendidikan, media budaya,” tuturnya.

Di depan Museum Gedung Juang, wayang-wayang itu terus digerakkan dengan penuh kesungguhan. Kayu, suara, dan rasa menyatu menantang lupa. Festival ini mungkin hanya dua hari, tetapi cita-citanya panjang: menjaga agar wayang golek tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, melainkan tetap hidup—menyapa masa depan Kabupaten Bekasi. (*)

Reporter : Tata Jaelani

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Reifaldi Aldiansyah Hidayat, Dalang Muda Serang Baru, Merawat Wayang di Tengah Arus Zaman
BUDAYA   Jan 27, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Sinergi Pemerintah dan Pelaku Seni, Upaya Lestarikan Budaya Kabupaten Bekasi
BUDAYA   Jan 24, 2026   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Festival Wayang Golek Purwa, Menjaga Warisan Budaya Adiluhung di Tanah Bekasi
BUDAYA   Dec 20, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Melalui Festival Wayang Golek, Disbudpora Dorong Lahirnya Dalang Muda
BUDAYA   Dec 19, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Wabup Bekasi: Chichibu Matsuri Hidupkan UMKM dan Perkuat Harmoni Budaya
BUDAYA   Dec 13, 2025   Posted by: Newsroom Diskominfosantik

TERPOPULER BULAN INI

STATISTIK
STATISTIK PENGUNJUNG

Pengunjung hari ini : 9
Pengunjung Bulan ini : 437987
Total Pengunjung : 4104489