Minggu, 04 Desember 2022

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Terjunkan Satgas Antisipasi PMK

PEMERINTAHAN   May 24, 2022  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 4.758 Kali


id4821_Compress_20220524_211914_4298.jpg
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, drh. Dwiyan Wahyudiharto (kedua dari kiri).

CIKARANG PUSAT – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi terus mengantisipasi agar hewan ternak kambing dan sapi yang terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak masuk ke Kabupaten Bekasi. 

Dinas Pertanian juga telah membentuk tim atau satgas agar penjualan hewan ternak untuk kebutuhan Idul Adha 1443 H terbebas dari PMK. 

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, drh. Dwiyan Wahyudiharto mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (Satgas) antisipasi masuknya PMK ke Kabupaten Bekasi. 

“Kami telah membentuk tim satgas ditingkat dinas untuk mengantisipasi masuknya ternak yang terkena wabah PMK itu,” ujar drh. Dwiyan Wahyudiharto yang ditermui diruangannya pada Selasa (24/05).

Jumlah satgas yang diterjunkan ke lapangan sebanyak 30 orang yang berasal dari bidang kesehatan hewan dan peternakan. Mereka juga akan dibantu penyuluh dan melibatkan dari luar seperti Perhimpuna Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

“Jadi akan dilakukan pemeriksaan langsung di lokasi pedagang hewan kurban, termasuk kita libatkan balai karantina hewan di Setu, jadi kita harus bergandeng bersama antisipasi wabah PMK agar tidak masuk ke Kabupaten Bekasi,” tambahnya. 

Bahkan, pihaknya juga telah mensosialisasikan kepada peternak agar tidak memasukkan hewan ternak dari daerah wabah. Di antara daerah yang telah dinyatakan wabah PMK yaitu Jawa Timur termasuk Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto.

“Jadi tidak boleh masuk dan mengeluarkan hewan ternak dari daerah wabah itu, seandainya mau dimasukkan ya harus ada surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Jadi tim kita akan terus bergerak dan memonitoring terutama hewan kurban,” tegasnya.

Dwiyan juga mengakui jika Kabupaten Bekasi bukanlah daerah penghasil ternak untuk memenuhi konsumi kebutuhan daging ternak, khususnya untuk Idul Adha. Tetapi Kabupaten Bekasi menjadi tujuan pasar daerah luar yang memasarkan ternaknya untuk memenuhi kebutuhan hari besar umat Islam itu.

Selain itu, Dinas Pertanian juga bekerjasama dengan balai veteriner Subang untuk uji lab atau sample jika ada laporan warga terkait wabah PMK. Meski begitu, Dinas Peternakan memastikan sejauh ini belum ada laporan hewan ternak terindikasi wabah PMK di Kabupaten Bekasi. 

 “Jadi belum ada terkonfirmasi positif PMK dari Lab itu belum ada,” tandasnya.

Reporter : Fuad Fauzi

Editor      : Yus Ismail

Berita Lainnya

Raih PNBP Tertinggi, Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi Diganjar Penghargaan dari Kementerian
PEMERINTAHAN   Dec 3, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
BPBD Kabupaten Bekasi Siapkan Posko Bencana dan Pantau Daerah Rawan Banjir
PEMERINTAHAN   Dec 3, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Kodim 0509 bersama TNI/Polri dan Perangkat Daerah Gelar Latihan Penanggulangan Bencana
PEMERINTAHAN   Dec 2, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Proses Pengajuan KH. Raden Ma'mun Nawawi Sebagai Pahlawan Nasional Masuk Tiga Besar
PEMERINTAHAN   Dec 2, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Cegah Banjir, Pemcam Babelan Bersihkan Kali Baru Desa Kedung Pengawas
PEMERINTAHAN   Dec 2, 2022   Posted by: Newsroom Diskominfosantik