CIKARANG PUSAT - Bunda Literasi Kabupaten Bekasi, Nia Asep Surya Atmaja, mendorong Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Bekasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan indeks literasi masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Nia Asep saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Bekasi Periode 2026–2031, yang digelar di Ruang Office Theater Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Jumat (9/1/2026).
Dalam sambutannya, Nia Asep menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus Forum TBM Kabupaten Bekasi yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan panggilan pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya masyarakat Kabupaten Bekasi.
Ia menilai tema “Literasi Adaptif: Menguatkan Peran Taman Bacaan Masyarakat dalam Menjawab Tantangan Zaman” sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Menurutnya, literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
“Literasi adaptif menuntut kita mampu mengakses ilmu pengetahuan melalui teknologi, menyaring hoaks dan konten negatif, serta mengubah apa yang dibaca menjadi keterampilan hidup atau life skill yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi,” ujar Nia Asep.
Ia juga mendorong agar TBM tidak menjadi ruang yang pasif, tetapi bertransformasi menjadi ruang ketiga bagi masyarakat—tempat berkumpul, berdiskusi, belajar, dan berkreasi. Untuk itu, ia mengajak menghidupkan kembali pojok-pojok baca di posyandu, balai desa, hingga lingkungan rumah tangga.
Nia Asep menegaskan bahwa visi Gerakan PKK sejalan dengan gerakan literasi TBM. Dalam 10 Program Pokok PKK, terdapat program pendidikan dan keterampilan yang dapat disinergikan melalui kelompok belajar dan sudut baca di tingkat desa dan kecamatan.
Ia juga mengapresiasi peran Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi yang selama ini aktif memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada pengelola TBM, serta berharap kolaborasi tersebut terus diperluas.
Menutup sambutannya, Nia Asep berpesan kepada pengurus Forum TBM yang baru agar segera menyusun program kerja yang membumi, kolaboratif, dan inovatif.
“Tantangan zaman memang berat, namun dengan sinergi antara pemerintah, TBM, dan keluarga, saya yakin minat baca dan indeks literasi Kabupaten Bekasi akan meningkat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kiprah Forum TBM Kabupaten Bekasi yang terus berkembang sejak berdiri pada tahun 2015.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini jejaring TBM telah hadir di seluruh 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, dengan total sekitar 100 TBM yang tersebar di berbagai wilayah.
“TBM telah menjadi kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat hingga ke akar rumput, mengingat keterbatasan layanan perpustakaan daerah yang belum memiliki UPTD di wilayah,” jelasnya.
Jaoharul Alam juga menilai TBM di Kabupaten Bekasi telah berhasil bertransformasi, tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga berperan dalam pendidikan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, literasi digital, serta inklusi sosial dan budaya.
Ia berharap pengurus Forum TBM yang baru dapat melanjutkan dan meningkatkan kolaborasi dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pendidikan, DPMD, DP3A, serta Tim Penggerak PKK.
“Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Kabupaten Bekasi yang cerdas, kreatif, dan sejahtera melalui literasi,” tutupnya.
Reporter : Fajar CQA
Editor : Fuad Fauzi
Berita Lainnya
TERPOPULER BULAN INI
Pengunjung hari ini : 7
Pengunjung Bulan ini : 432231
Total Pengunjung : 4104031