APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


berita

UMK Kabupaten Bekasi 2017 Rp 3.837.939

Usman Gumilar | Jumat, 10 November 2017 - 12:08:08 WIB | dibaca: 37 pembaca

Melalui rapat yang berakhir dengan voting, Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi memutuskan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi sebesar Rp 3.837.939.

 

“Penetapan UMK melalui voting, tidak menyalahi  Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Effendy Yahya, Jumat (10/11).

Dewan Pengupahan yang terdiri dari 25 orang tersebut, sebagaimana diketahui terdiri dari kalangan pemerintah daerah (8 orang), kalangan pengusaha (8 orang), kalangan buruh (8 orang) dan akademisi (1 orang).

Rapat Dewan Pengupahan yang dilaksanakan Kamis (09/11) kemarin, berlangsung alot, setrlah pekan sebelumnya rapat mengalami jalan buntu.

 Rapat yang digelar sejak siang hari terus berlanjut hingga menjelang malam. Rapat tersebut menjadi yang kedua setelah pekan lalu, rapat serupa, berakhir buntu karena tidak tercapai kesepakatan.

Dalam rapat, terdapat dua opsi penetapan, yakni  penetapan UMK dengan formulasi PP 78/2015 serta penetapan dengan memertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak yang diperjuangkan buruh, dimana para buruh  meminta kenaikan sebesar Rp 650.000.

 

Namun, karena tidak kunjung mendapatkan titik temu, rapat pun diakhiri dengan voting.

 

Hasil voting yang 22 : 1 . Artinya 22 menginginkan penetapan UMK berdasarkan PP 78/2015 dam 1 menginginkan kenaikan upah dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak (KLH).

 

Alhasil, UMK Kabupaten Bekasi 2018 diputuskan menjadi Rp 3.837.939 dari semula Rp 3.530.438,- atau naik  sebesar Rp 307.501. Kenaikan ditentukan dari nilai inflasi sebesar 3,72% ditambah Produk Domestik Bruto 4,99%.

 

“Keputusan hasil rapat, sesuai ketentuan,  akan dikirimkan ke provinsi untuk ditetapkan oleh Gubernur,” ujar Effendi.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)