APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


berita

Tidak Ada Paslon Independen di Pilgub Jabar

Ahmad Djaelani | Kamis, 30 November 2017 - 23:47:15 WIB | dibaca: 61 pembaca

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 dipastikan tidak ada peserta atau pasangan calon dari jalur perseorangan/independen. Hal tersebut karena hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada satu pun calon perseorangan yang mendaftar atau memenuhi persyaratan.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Endun Abdul Haq mengatakan bahwa sebelumnya ada lima pasangan calon yang menyatakan siap maju di Pilgub Jawa Barat 2018 melalui jalur independen.

Kelima pasangan calon tersebut, menyatakan siap memenuhi semua persyaratannya, yakni menyerahkan minimal 2.132.470 dukungan berupa salinan KTP elektonik.

"Tapi dari lima bakal calon yang intensif berkomunikasi dengan, empat yang datang ke KPU, tapi semuanya tidak bawa berkas," tutur Endun.

Padahal pada masa penyerahan berkas yakni tanggal 22-26 November 2017, keempat pasangan calon tersebut menyatakan siap memberikan berkas.

Endun mengatakan bahwa pada mulanya KPU Jawa Barat menyediakan anggaran Rp11 miliar untuk para pasangan calon dari jalur independen.

Sebanyak Rp3 miliar di antaranya sudah digunakan untuk sosialiasi, simulasi, bimbingan teknis, pembuatan sistem informasi pencalonan, sampai akomodasi untuk 300 verifikator yang datang dari 27 KPU tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.

Dia mengatakan karena tidak ada pasangan calon dari jalur perseorangan yang mendaftar maka saat ini anggaran masih tersisa sekitar Rp8 miliar dan akan digunakan untuk kepentingan KPU lainnya, seperti sosialisasi, bimbingan teknis atau kebutuhan lainnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa semua pasangan calon yang gagal menyerahkan berkas syarat pencalonan dari jalur independen, merasa keberatan dengan jumlah dukungan yang harus dikumpulkan, yakni sampai 2,1 juta dukungan.

"Sedangkan pada Pilgub Jabar 2013, hanya sekitar 1,4 juta dukungan. Dan Pilgub Jabar sebelumnya, ada tiga pasangan yang intens berkomunikasi, dua memberikan berkas, dan satu yang lolos verifikasi dan mendaftar," tambahnya.

"Dan kalau dulu dukungan minimalnya 3 persen dari DPT, sekarang 6,5 persen. Sepertinya ini yang membuat mereka berat," tambahnya.

Endun menjelaskan dari lima pasangan yang telah meminta akses Sistem Informasi Pencalonan Pilkada 2018 atau Silon, hanya dua pasangan yang melakukan pengunggahan dukungan, yakni Jajang Suherman-Mohammad Teguh Harditya dan Daday Hudaya-Valentino Dinsi.

Akan tetapi, unggahan dukungan dalam Silon jauh dari persyaratan sedangkan Jajang-Teguh hanya mengunggah 2.573 dukungan dan Daday-Valentino 132.518 dukungan.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)