APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


Daerah

Tergiur pengganda uang, bantuan PKH Rp 130 juta digelapkan pendamping

Ahmad Djaelani | Jumat, 08 September 2017 - 20:15:37 WIB | dibaca: 55 pembaca

Oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), SI, yang membawa kabur uang bantuan sosial warga miskin penerima PKH, mengaku tertipu dukun penggandaan uang.

“Ngakunya seperti itu, tertipu kasus penggandaan uang,” ujar Kepala Dinas Sosial H. Edi Rochyadi usai meminta keterangan kepada SI.

SI sebelumnya dikabarkan membawa uang 261 warga penerima PKH dengan cara meminta kartu ATM dan nomor PIN masing-masing. Setelah uang tersebut ditarik dari ATM, oleh SI tidak diserahkan kepada yang berhak menerimanya, tetapi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Bantuan sosial melalui program PKH, sebut Edi, sejak 2017 ini memang dilakukan secara by name by adress dengan melalui ATM.

“Warga sebenarnya sih tidak bisa disalahkan dalam memberikan kartu ATM-nya untuk diambilkan uangnya di mesin ATM. Cuma karena pendampingnya yang curang, uang tersebut malah dipakainya untuk kepentingan tersendiri,” ujar Edi panjang lebar.

Atas dasar pengalaman seperti itu, Edi mengimbau warga PKH tidak memberikan ATM dan nomor PIN-nya kepada orang yang tidak bisa dipercaya.

Edi mengakui masih banyak warga penerima bantuan PKH yang tidak bisa menggunakan kartu ATM untuk mengambil uang bantuan. Karenanya, banyak yang meminta bantuan pendamping.

Sebanyak 25.590 warga PKH telah meneima bantuan dari Kementrian Sosial RI di tahun 2017 ini secara  non cash (melalui ATM) yang keseluruhannya  sebesar Rp.55,9 Miliar. Uang tersebut diberikan kepada 25.590 PKH di Kabupaten Bekasi, masing-masing Rp 6 juta perorang pertahun.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)