APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


berita

Ahmad Jaelani, Ketua Kopidasi

NYOK RAME-RAME KITA TOLAK POLITIK UANG

Bintang Satya Mahaputra | Sabtu, 11 Februari 2017 - 17:55:51 WIB | dibaca: 17157 pembaca

Ketua Komunitas Pemilih Muda Bekasi (Kopidasi) Ahmad Djaelani, menegaskan, segala  bentuk politik uang yang dilakukan calon mana pun harus ditolak, karena merupakan  pendidikan politik yang buruk untuk pemilih, khususnya para pemuda.

“Pemuda itu masa depan bangsa, Jadi,  jangan mau menggadaikan masa depan Kabupaten Bekasi, dengan uang imbalan berapa pun besarnya,” tegas Ahmad Djaelani..

Karenanya, Kopidasi mengajak seluruh pemuda untuk tidak menjadi bagian dari tindakan politik uang termasuk pada Pilkada Kabupaten Bekasi, Rabu 15 Februari 2017.

 “Ilok pemuda mau suaranya dibeli 20 rebu doang, seharga satu kilo telor, masa depan Kabupaten Bekasi lebih penting,” kata Djaelani, Senin (13/02).

Sudah sepantasnya, ujar Djelani, pemilih pemuda lebih melihat integritas pasangan calon, visi misi, program dan strategi penyelesaian setiap masalah.

 “Silahkan lihat rekam jejak calon bupati dan wakil bupati yang ada. Pemuda harus menjadi pemilih yang rasional, bahkan memberi contoh dan teladan yang baik buat pemilih lainnya,” tandas Djaelani.

 

Hal terpenting yang mesti ditekankan, lanjutnya, bahwa menolak politik uang sama dengan menyiapkan generasi emas untuk Kabupaten Bekasi di masa yang akan datang.

Jumlah pemilih muda di Kabupaten Bekasi yang usianya antara 17-30 tahun, ungkap Djaelani, cukup signifikan, yakno 30 persen.

“Jadi bayangkan, bagaimana jadinya jika para pemuda itu memilih lantaran uang.  Masa depan Bekasi  adalah  masa depan kita, para generasi muda,” kata paparnya.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)