APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


Hamkam

Kementerian ESDM Siapkan Rp 756 Miliar untuk Bangun Listrik Pedesaan

Yudhistira | Minggu, 06 Desember 2015 - 13:35:36 WIB | dibaca: 1829 pembaca

Kementerian ESDM saat ini sedang berupaya menggali kesempatan dan potensi mengelola anggaran menjadi lebih efisien. Segala persiapan dan perencanaan digodok sangat matang, terbukti dengan rapat 27 kali yang dilakukan Menteri dan Pejabat Eselon 1 untuk mendapatkan formula terbaik dalam penyusunan anggaran 2016. Menteri ESDM, Sudirman Said mengusulkan selisih anggaran yang ada dapat dipergunakan untuk angaran program listrik pedesaan.

Dalam perencanaan alokasi anggaran Kementerian ESDM untuk 2016, setidaknya telah terjadi 4 kali perubahan sejak dibicarakan pertama kali pada 27 Juli 2015. Saat itu pagu anggaran Kementerian ESDM 2016 adalah sebesar Rp 8.89 triliun. Kemudian terjadi perubahan anggaran dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII dengan Eselon I pada tanggal 12-13 Oktober 2015 menjadi Rp 7,81 triliun. Namun, pada saat Raker Panja Belanja Pusat pada tanggal 16 Oktober, alokasi anggaran berubah kembali menjadi Rp 8,56 triliun. Sedangkan pada Raker Komisi VII dengan MESDM pada tanggal 19 Oktober 2015 terjadi perubahan kembali di angka Rp 7,8 triliun. Sedangkan di Badan Anggaran berubah lagi menjadi Rp 8,56 triliun.

Perubahan alokasi anggaran dari Raker yang dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2015 dan dari Badan Anggaran memunculkan selisih angka sebesar Rp 756,7 miliar. Menteri ESDM, Sudirman Said mengharapkan selisih anggaran ini dapat dimanfaatkan untuk listrik pedesaan. Usulan tersebut disampaikan Sudirman dalam dengan Rapat Kerja Komisi VII DPR RI, Selasa, (1/12). Dalam kesempatan tersebut Menteri ESDM menyatakan bahwa ide tersebut sebelumnya sudah diutarakan melalui surat yang dikirimkan kepada komisi VII.  “Kami sampaikan ingin selisih anggaran ini dimanfaatkan untuk membangun sarana dan prasarana ketenagalistrikan terutama listrik pedesaan," terang Sudirman.

Pemanfaatan selisih anggaran untuk listri pedesaan ini di latar belakangi oleh tidak adanya alokasi anggaran untuk pembangunan listrik di perdesaan dari APBN. Dana sebesar Rp 756,7 miliar ini renacananya dimanfaatkan untuk jaringan dsitribusi 1.542 kms, Gardu distribusi 34,9 MVA dan instalasi dan penyambungan listrik gratis bagi rakyat tidak mampu dan nelayan 75.526 RTS (rumah Tangga Sasaran). Program ini rencananya akan dilakukan tersebar di 33 provinsi di Indonesia.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)