APLICARES
Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan


berita

BPS: Nilai Tukar Petani Jabar Naik 0,62 Persen

Ahmad Djaelani | Selasa, 05 Desember 2017 - 20:09:15 WIB | dibaca: 12 pembaca

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis adanya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada November 2017 (2012 =100). Kenaikan tersebut diketahui sebesar108,02 atau naik sebesar 0,62 persen jika dibandingkan NTP Oktober 2017 yang tercatat sebesar 107,36.

Menurut keterangan yang disampaikan Kepala BPS Jabar Dody Herlando dalam siaran persnya, kenaikan NTP tersebut disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga Diterima Petani (IT) sebesar 0,74 persen dan kenaikan Indeks Harga Dibayar Petani (IB) sebesar 0,12 persen.

“NTP merupakan indikator kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) diperoleh dengan cara membandingkan dua indeks yaitu Indeks Harga Diterima Petani dengan Indeks Harga Dibayar Petani. Angka NTP menunjukkan kemampuan tukar (term of trade) komoditas hasil pertanian dengan barang dan jasa konsumsi petani baik untuk keperluan rumah tangga petani maupun biaya keperluan proses produksi. Semakin tinggi angka NTP maka ini berarti semakin kuat kemampuan daya beli petani,” tutur Doddy.

Berdasarkan hasil pemantauan harga di 18 kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada November 2017 NTP Jawa Barat mengalami kenaikan 0,62 persen dibandingkan NTP Oktober 2017 dari 107,36 menjadi 108,02. Hal ini dikarenakan indeks harga hasil produksi pertanian, Indeks Harga Diterima Petani (IT) naik sebesar 0,74 persen sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani atau Indeks Harga Dibayar Petani (IB) mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen.

November 2017 dari lima Subsektor pertanian ada tiga subsektor yang mengalami kenaikan NTP, Kenaikan tertinggi terjadi pada NTP Subsektor Tanaman Pangan, naik 1,61 persen dari 103,50 menjadi 105,16, diikuti Subsektor Perikanan yang naik sebesar 0,49 persen dari101,27 menjadi 101,76, dan NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat juga mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen dari 102,96 menjadi 103,20.

Sementara dua subsektor lainnya mengalami penurunan yaitu Subsektor Peternakan turun sebesar 0,37 persen dari 114,01 menjadi 113,59 dan NTP Subsektor Hortikultura turun 0,10 persen dari 113,53 menjadi 113,42.










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)