Rabu, 01 Desember 2021

Antisipasi Citarum Jebol, BPBD Apel Siaga Bencana di Pebayuran

PEMERINTAHAN   Nov 23, 2021  -   Diposting Oleh : Newsroom Diskominfosantik  -  Dibaca : 1.030 Kali


id3723_IMG_20211123_195158.jpg
BPBD Kabupaten Bekasi bersama Muspika Kecamatan Pebayuran, para relawan dan komunitas menggelar apel siaga bencana di halaman Kantor Kecamatan Pebayuran, Selasa (22/11/21). Foto : Ike Sopiah/ Newsroom

PEBAYURAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menggelar apel siaga bencana di halaman Kantor Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (23/11/2021).

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bekasi, Syamhuri mengatakan, apel siaga bencana bertujuan untuk menyiapkan pasukan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam mengantisipasi terjadinya bencana banjir pada musim hujan kali ini.

"Semua stakeholder dan unsur relawan serta komunitas kita siagakan dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kecamatan Pebayuran," ujarnya.

Ia berharap, bencana yang terjadi di wilayah Kecamatan Pebayuran seperti tahun lalu tidak lagi terjadi. Jika kemungkinan terjadi, maka semua unsur terkait dan masyarakat sudah bisa mengetahui cara yang harus dilakukan, khususnya bencana banjir akibat jebolnya sungai Citarum.

Menurutnya, wilayah Kecamatan Pebayuran merupakan daerah yang rawan terjadinya bencana, karena wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Sungai Citarum. Sehingga semua pihak harus sudah mulai berpikir untuk mengantisipasi dampaknya manakala itu terjadi dengan melakukan mitigasi bencana.

"Kita tidak hanya menyiagakan pasukan, tetapi kita juga memberikan simulasi penyelamatan saat bencana alam terjadi, dengan menggunakan alat-alat yang sudah disediakan. Dan kita juga telah menyiapkan beberapa jalur evakuasi," terangnya.

Sementara itu Camat Pebayuran Hanif mengatakan, dalam antisipasi terjadinya banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum, pihaknya bersama masyarakat sekitar melakukan kerja bakti di beberapa titik rawan, untuk memperbaiki tanggul-tanggul yang kritis secara swadaya.

"Saya mengimbau kepada semua masyarakat, mulai dari aparat pemerintah Kecamatan, unsur Muspika, aparat pemerintahan Desa, harus melakukan antisipasi dan kewaspadaan seandainya bencana terjadi. Dan Kita juga telah melakukan pembenahan tanggul-tanggul yang kritis secara swadaya dengan bantuan akomodasi dari BPBD, seperti bambu dan karung," kata Hanif.

Terkait kondisi tanggul Citarum yang jebol pada musim hujan lalu, Hanif mengatakan, saat ini sudah ada pemenang tender untuk membangun tangul secara permanen.

"Ya, tanggul yang dulu jebol di Desa Sumber Urip, panjangnya sekitar 450 meter, di Bulan Desember ini sudah mulai diperbaiki. Dan ini memang akan memakan waktu yang cukup panjang untuk perbaikan secara permanen,”ungkapnya.

Hanif berharap kepada Pemerintah Pusat untuk bisa memperbaiki semua titik tanggul rawan di Kecamatan Pebayuran secara permanen, agar masyarakat tidak khawatir ketika musim hujan tiba.

"Ada 27 titik rawan tanggul Sungai Citarum yang diharapkan bisa diperbaiki secara permanen, supaya masyarakat Pebayuran tidak lagi was-was dan khawatir," kata dia.

Reporter : Ike Sopiah

Editor      : Yus Ismail

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Lainnya

Camat Sukatani : Maulid Nabi Momentum untuk Memperbaiki Diri dan Teladani Sifat Rasulullah
PEMERINTAHAN   Dec 1, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plt Bupati Bekasi Mengambil Sumpah/Janji 464 PNS di Lingkungan Pemkab Bekasi
PEMERINTAHAN   Dec 1, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Badan Kesbangpol Kabupaten Bekasi Gelar Sosialisasi P4GN
PEMERINTAHAN   Nov 30, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Plt Bupati Bekasi Hadiri Rapat Paripurna Penetapan APBD Tahun 2022
PEMERINTAHAN   Nov 30, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik
Pemkab Bekasi Terima Penghargaan GP2SP dari Kementerian Kesehatan
PEMERINTAHAN   Nov 29, 2021   Posted by: Newsroom Diskominfosantik