Mendes lanjutkan program Desa Bebas Narkoba

Mendes lanjutkan program Desa Bebas Narkoba


bekasikab.go.id

Mendes Luncurkan Program Desa Bebas Narkoba

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi perdesaan menjadi ancaman pula bagi peningkatan penyebaran dan penyalahgunaan Narkoba di desa. Mengantisipasi hal tersebut, Mendes meluncurkan program desa bebas narkoba.


Program tersebut merupakan kerja sama dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia.

"Salah satu bahaya besar di negara ini adalah tingginya penggunaan Narkotika. Sekarang memang pusat penyebaran Narkoba masih di kota, karena daya beli masih di kota. Untuk itu kita antisipasi untuk di desa-desa karena pertumbuhan ekonomi perdesaan semakin meningkat," ujarnya.

Ia mengatakan, disalurkannya dana desa sejak tahun 2015 lalu telah membangun ragam infrastruktur dengan jumlah sangat besar. Tak hanya pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, irigasi, dan sebagainya, dana desa juga memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi desa. Menurutnya, hal tersebut memberikan pengaruh besar bagi penurunan kemiskinan di desa.

"Dalam satu tahun terakhir penurunan kemiskinan lebih dari 1,8 juta jiwa. Dan yang menarik, penurunan di desa lebih besar dari penurunan di kota. Kalau satu tahun ini penurunan kemiskinan di kota hanya 580 ribu jiwa, di desa dua kali lipat lebih atau lebih dari 1,2 juta jiwa. Kalau begini terus, saya yakin enam tahun ke depan orang makin di desa jumlahnya akan jauh lebih kecil dari jumlah orang miskin di kota," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba di desa tersebut. Menurutnya, masyarakat desa memiliki keistimewaan dengan soliditas tinggi yang senantiasa menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara. Tak hanya menjauhkan desa dari Narkoba, menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa juga harus ditingkatkan.

"Desa-desa kita alhmdulillah masih punya kapital sosial yang membanggakan, masih punya budaya. Tinggal bagaimana menyelamatkan dari Narkoba, menyelamatkan dari kebodohan, dan menyelamatkannya dari kemiskinan," ujarnya.

Meningkatkan kualitas SDM desa, lanjutnya, tak hanya berpengaruh pada kemandirian desa, namun juga menumbuhkan rasa bangga masyarakat menjadi warga desa, dan warga Indonesia.

"Kita bersyukur Indonesia punya kapital sosial yang sangt berharga, yang sangat mahal. Kita punya masyarakat perdesaan. Yang masih solid, memiliki kepribadian, masih punya kebudayaan yang sangat tinggi," ujarnya.

Untuk diketahui, peluncuran Program Bebas Narkoba tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Simposium Desa Menjemput Asa yang digelar oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dalam kegiatan tersebut, juga dideklarasikan Program Literasi Desa, Peluncuran Majalah Wanua, serta Pemberian Penghargaan Desa dan pendamping desa terbaik.

Tag:    daerah  |  nasional  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top