Perlu Perda untuk lindungi nama kampung agar tidak tergerus properti

Perlu Perda untuk lindungi nama kampung agar tidak tergerus properti


bekasikab.go.id

 

Pesatnya laju pertumbuhan properti di Kabupaten Bekasi, membawa dampak hilangnya nama-nama kampung,

karena secara bisnis, nama tersebut tidak menjual. Sebut saja misalnya, di

Perumahan Grand Wisata, Lippo Cikarang atau Jababeka.

Karenanya, sejumlah tokoh masyarakat dan kalangan organisasi massa, menyerukan DPRD untuk membuat Peraturan Daerah, yang antaranya mengatur agar nama-nama kampung tidak hilang oleh gerusan pembangunan

perumahan dan industri.

 

Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Bekasi, Jhonly Nahumpun, pun menyampaikan gagasan perlu

adanya kebijakan dari pemerintah untuk menjaga nama-nama kampung tersebut. 

“Itu akan  membantu pembauran para pendatang denganmasyarakat adat yang ada,” ujarnya.

 

Dengan begitu, masyarakat yang sudah berpuluh tahun tinggal didaerah tersebut, tak merasa asing

dikampungnya sendiri akibat lebih dominannya nama perumahan atau kawasan. 

 

“Banyak sekali, bahkan hampir semua nama perumahan ataupun kawasan tidak identik dengan nama kampung

yang ada.” tegasnya.

Salah satu contoh misalnya nama Lemahabang yang semula menjadi nama kecamatan, saat ini audah nyatis hilang. Yang tinggal hanya nama stasiun Lemah Abang saja. Nama kecamatannya semdiri telah berganti nama menjadi Cikarang Timur (farah dina)

 

 

 

 

Karenanya, sejumlah

tokoh masyarakat dan kalangan organisasi massa, menyerukan DPRD untuk membuat

Peraturan Daerah, yang antaranya mengatur agar nama-nama kampung tidak hilang

oleh gerusan pembangunan perumahan dan industri. 

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top