Kejari Kabupaten Bekasi Ajak Mahasiswa Cegah Tindak Pidana Terorisme

Kejari Kabupaten Bekasi Ajak Mahasiswa Cegah Tindak Pidana Terorisme


bekasikab.go.id

CIKARANG PUSAT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) bersama mahasiswa President University. Kegiatan yang mengambil tema Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme itu digelar secara virtual di Command Center Diskominfosantik, Komplek Pemkab Bekasi, pada Rabu (30/06).

"Kenapa kita mengambil tema itu? karena memang sudah dikeluarkannya Perpres No. 7 tahun 2021. Jadi pemberantasan tindak pidana terorisme tidak hanya bisa dilakukan oleh aparat atau pemerintah saja. Tapi harus ada sinergitas yang terarah, sistematis dan bekelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dalam hal ini, civitas akademik," jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari. 

JMS merupakan program Kejaksaan Agung RI dan Korps Adhyaksa di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya, agar tercipta masyarakat sadar hukum dan taat hukum.

Dilaksanakannya kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan masyarakat yang taat hukum (Bimaskum). Termasuk juga di dalamnya, berkenaan dengan penyuluhan dan penerangan hukum yang dilaksanakan secara rutin oleh kejaksaan, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. 

Sementara itu, Direktur Perangkat Hukum Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Joko Sulistyanto menjelaskan, program Jaksa Masuk Sekolah kali ini adalah Jaksa Masuk Kampus. 

Menurutnya, di dalam kampus terdapat masyarakat ilmiah sehingga menjadi bagian yang sangat penting diberikan pemahaman mengenai tindak pidana terorisme. 

"Karena mahasiswa itu rentan terpapar, masyarakat ilmiah mereka gampang dimasuki paham intoleran, radikalisme, yang menjurus pada terorisme. Nah, sedini mungkin diberikan pemahaman bagaimana berbangsa dan bernegara yang benar," paparnya.

Dengan begitu, diharapkan ke depannya mahasiswa berpartisipasi aktif melaporkan atau menolak paham-paham yang menjurus ke intoleran, radikal bahkan terorisme.

Reporter : Dani Moses

Editor.    : Tata Jaelani

Tag:      |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

/* */
Top