Maksimalkan Potensi, Bangun Jati Diri sebagai Bangsa Maritim
HARI MARITIM NASIONAL

Maksimalkan Potensi, Bangun Jati Diri sebagai Bangsa Maritim


TerasKreasi.com

JAKARTA - Pada    24   September   1964   Presiden   RI ke-I   Soekarno   telah menerbitkan Surat  Keputusan  Nomor  249/1964  tentang  penetapan  tanggal  23 September menjadi  Hari  Maritim  Nasional.  Penetapan  hari  maritim ini  berdasarkan Musyawarah  Nasional  Maritim  pertama  yang  digelar  oleh  Presiden  Soekarno  di Tugu Tani pada 23 September 1963.

Hal tersebut sejalan dengan tekadnya untuk menjadikan Indonesia berjaya sebagai negara maritim. Pada  masa  pemerintahan  Presiden  Joko  Widodo  keinginan  ini kembali  digaungkan setelah  50  tahun  berselang. 

Salah  satunya  adalah  dengan  membentuk Kemenko Bidang   Kemaritiman   pada   tahun   2014   yang   kini   menjadi   Kemenko Bidang Kemaritiman  dan  Investasi.  Sebagai  Menko  Bidang  Kemaritiman  dan  Investasi, Luhut  B.  Pandjaitan  mengajak  semua  warga  Indonesia  untuk menjadikan  maritim nusantara  sebagai  sebuah  kebanggaan. 

“Saya  ingin  mengajak  kita  semua  untuk menggali  potensi  diri,  memanfaatkan  yang  kita  punya  untuk  membawa  Indonesia kembali menjadi bangsa maritim yang kuat,” ujarnya dalam peringatan Hari Maritim Nasional pada Rabu (23-9-2020) di Jakarta.

Dengan jumlah pulau kurang  lebih 17.504 buah dan total perairan Indonesia seluas 6.400.000  km2,  menurut  Menko   Luhut, menjadikan  Indonesia  sebagai  negara kepulauan  terbesar  di  dunia.

“Dengan kondisi ini, kita punya potensi  kelautan  dan kejayaan   maritim   Indonesia   yang sangat   besar   dan   dapat   dikelola   untuk kemaslahatan bersama,” tambahnya.

Terlebih  lagi,  Indonesia  memiliki  trah  bangsa  maritim  yang  kuat.  “Jauh  sebelum Bangsa  Eropa menjelajah  dan  menguasai  lautan  dunia  pada  abad  ke-16,  kerajaan maritim  nusantara,  yakni  Sriwijaya  telah  mampu  menguasai  wilayah  Kamboja, Thailand,  Semenanjung  Malaya,  Sumatera,  Jawa,  Kalimantan  dan  Sulawesi  sejak abad ke-7 dan 8,” kata Menko Luhut.

Potensi kelautan dan kejayaan maritim Indonesia yang Besar ini, membuat Presiden RI Pertama Bung Karno menyerukan, Kembalilah Menjadi Bangsa Samudera! Dan perayaan  Hari  Maritim  ke-56  kali  ini,  lanjut  Menko  Luhut  merupakan  momentum dimulainya  perhelatan  besar mewujudkan  Indonesia  sebagai  Pusat  Peradaban Maritim  2045.

“Kita telah tetapkan Peta  Jalan Kebijakan  Kelautan  Indonesia untuk mewujudkan  hal  itu,” pungkasnya.  (*)

REPORTER : HIMAWAN

EDITOR: TATA JAELANI

Tag:      |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

/* */
Top