Pasir Puntang, Puncak Tertinggi di Kabupaten Bekasi

Pasir Puntang, Puncak Tertinggi di Kabupaten Bekasi


TerasKreasi.com

BOJONGMANGU - Berkunjung ke Bojongmangu tidak seperti sedang ada di Kabupaten Bekasi. Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor ini memiliki kontur tanah yang bernuansa pegunungan dengan alamnya yang masih hijau. Berbeda dengan sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi yang merupakan dataran rendah. 

Melintasi daerah Bojongmangu menawarkan sensasi tersendiri. Jalanan yang berkelok naik turun dengan pemandangan hutan bambu, kebun jati dan pohon pornis yang segar memanjakan mata. Sesekali kita juga bisa melihat warga lokal yang sedang menggembalakan sapi atau kambing dan pesawahan terasering yang berundak. 

Tidak seperti jalanan kota yang macet, bising dan berdebu, jalanan di Bojongmangu masih nyaman untuk dilintasi karena tidak banyak kendaraan yang lewat. Hanya sesekali saja kita bisa berpapasan dengan sepeda motor atau mobil pribadi yang melintas. 

Berkunjung ke Bojongmangu serasa bernostalgia ke masa lalu, di sana kita masih bisa menemukan rumah-rumah panggung tempo dulu atau lumbung padi (leuit) yang masih bisa kita lihat di beberapa sudut jalan. 

Puncak Tertinggi di Kabupaten Bekasi

Salah satu lokasi menarik yang bisa kita kunjungi di Kecamatan Bojongmangu adalah Pasir Puntang, sebuah bukit yang disebut-sebut sebagai puncak tertinggi di Kabupaten Bekasi dengan ketinggian 405 feet atau sekitar 135 meter di atas permukaan laut. 

Pasir Puntang adalah sebuah bukit memanjang yang dipenuhi kebun Jati. Dari puncaknya, kita bisa melihat dengan jelas panorama pegunungan Sanggabuana di Karawang Selatan dan Sungai Cibeet yang tampak berkelok. Bahkan saat cuaca cerah kita pun bisa menyaksikan pemandangan Gunung Gede-Pangrango di wilayah Bogor dan Cianjur.

Ketika pandangan diarahkan ke timur laut, dari puncak Pasir Puntang kita juga bisa melihat Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi Deltamas Cikarang Pusat dan jajaran tower Apartemen Meikarta yang menjulang menembus awan. 

Untuk mencapai Pasir Puntang yang terletak di Kp. Madupati Desa Bojongmangu, kita hanya butuh waktu sekitar 25 menit menggunakan sepeda motor dari Komplek Pemda Kabupaten Bekasi Deltamas atau 30 menit kalau menggunakan mobil pribadi. Catatan waktu tersebut dipastikan cukup akurat karena tak ada kata macet di jalanan Bojongmangu. 

Bagi para pencinta sepeda atau Goeser, bisa juga menjajal trek Pasir Puntang yang menanjak dengan panjang sekitar 1,5 km, bersepeda di akhir pekan sambil menikmati puncak tertinggi di dataran Kabupaten Bekasi. 

Petilasan Mbah Puntang

Selain pemandangan alamnya yang memikat, di puncak bukit Pasir Puntang terdapat sebuah makam yang oleh warga Bojongmangu disebut sebagai Petilasan Mbah Puntang.  Makam yang terlindung di dalam bangunan tua itu terletak persis di ujung bukit dengan rimbunan pohon di sekitarnya.  

Cerita tentang Mbah Puntang sampai saat ini masih diselimuti misteri. Tidak ada sisa peninggalan atau catatan sejarah tertulis tentang Mbah Puntang. Informasi yang menjelaskan siapa sebenarnya Mbah Puntang hanya muncul dari cerita tutur warga sekitar. 

Menurut pegiat sejarah Karawang, Asep Sundapura, berdasarkan cerita rakyat, sosok Mbah Puntang berasal dari masa Kerajaan Pajajaran. Mbah Puntang merupakan seorang pejabat Pajajaran yang mendapat tugas untuk menjaga dan mengawasi wilayah perbatasan Karawang-Bekasi. Selain itu Mbah Puntang juga bertugas mengelola cadangan pangan yang ada di sepanjang Sungai Cibeet.

Asep Sundapura menyebutkan, dahulu di Pasir Puntang terdapat sebuah kampung bernama Madupati. Berdasarkan cerita, di kampung itu pernah terjadi pertempuran sengit yang memakan banyak nyawa (pati) antara pengikut Bupati Karawang dengan musuh-musuhnya. Itu sebabnya tempat tersebut diberi nama Madupati.

Pegiat budaya yang juga anggota DPR RI, Daeng Muhammad, dalam sebuah diskusi di Desa Bojongmangu menyebutkan, daerah Bojongmangu merupakan jalur lalu-lintas yang ramai sejak ratusan tahun lalu. Ia menyebutnya sebagai Pajajaran Highway, jalan purba yang menghubungkan antara Kerajaan Galuh Ciamis, Sumedang, Purwakarta Karawang, kemudian menyebrang Sungai Cibeet dari Pangkalan ke Madupati Bojongmangu menuju Cibarusah dan selanjutnya ke arah Bogor sebagai ibu kota Kerajaan Pakuan Pajajaran.  

Desa Wisata Bojongmangu

Pasir Puntang memang belum menjadi tempat wisata. Namun melihat potensi alam dan jejak cerita sejarah masa lalunya, bukan tidak mungkin ke depan akan menjadi destinasi wisata unggulan di Bojongmangu. Saat ini pun, setiap hari terutama saat akhir pekan selalu saja ramai oleh anak-anak muda yang berkunjung. 

Ketua Komunitas Wisata Bojongmangu (KWB) Ayonk Kosasih mengatakan, waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Pasir Puntang adalah sore hari, ketika udara mulai sejuk. Para pemburu foto bisa mengabadikan indahnya langit senja dan sinar matahari sore yang menembus jajaran pohon jati. 

Kepala Desa Bojongmangu, H. Ibut Jari bahkan sedang membuat konsep menjadikan Desa Bojongmangu sebagai Desa Wisata. Selain Pasir Puntang, ia juga akan menyiapkan destinasi wisata lain di desanya, seperti wisata rumah panggung, kampung budaya dan tempat penjualan kuliner khas Bojongmangu. 

Selain Pasir Puntang, masih ada destinasi wisata lain yang layak dikunjungi di Bojongmangu. Ada Bumi Perkemahan Karangkitri dan Situ Abidin yang letaknya di Desa Karang Mulya dan Kampung Guha di Desa Karang Indah. Semuanya bisa menjadi lokasi alternatif untuk sekedar refreshing di tengah aktivitas dan kesibukan kerja.

Reporter : Muh Ikbal

Editor      : Yus Ismail

Tag:    budaya  |  budaya  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

/* */
Top