Mahasiswa Undip Jalani KKN Pulang Kampung di Kabupaten Bekasi

Mahasiswa Undip Jalani KKN Pulang Kampung di Kabupaten Bekasi


TerasKreasi.com
Seorang mahasiswi Undip Semarang asal Kabupaten Bekasi sedang mengajarkan cara mencuci tangan kepada anak-anak.

BEKASI - Sebanyak 24 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang berasal dari Kabupaten Bekasi diterjunkan untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa asal masing-masing. Adanya pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia membuat kegiatan KKN yang biasanya dilaksanakan secara berkelompok diubah menjadi KKN individu.

Seorang mahasiswa Undip, Heni Widyastuti yang melaksanakan kegiatan KKN di tempat tinggalnya, di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi mengatakan, program kerja KKN dibagi menjadi 2 yakni Program Pemberdayaan Masyarakat yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Program Pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan mulai 5 Juli sampai 15 Agustus 2020.

"Pada pelaksanaan program yang pertama, saya membuat Padasan sebagai alat cuci tangan tradisional.  Padasan ini diperkenalkan kembali kepada anak-anak generasi masa kini karena punya nilai historis yang luhur," ujarnya, Selasa, (11/08/20).

Heni menuturkan, pembuatan padasan ini bertujuan memberikan edukasi kepada anak anak tentang bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar dengan cara yang menyenangkan. 

"Sebab banyak dari mereka ketika selepas bermain mencuci tangan dengan cepat dan asal-asalan, sehingga kebersihan tangan belum terjamin," ujarnya.

Dalam mengajarkan cara mencuci tangan kepada anak-anak, dirinya menggunakan metode bernyanyi agar lebih menyenangkan dan mudah dihafal.

"Berdasarkan sisi historis, Padasan adalah alat cuci tangan tradisional berupa kendi atau sumur yang dibuat di depan atau di pekarangan rumah. Covid-19 identik dengan budaya kebersihan tubuh antara lain; cuci tangan, dan cuci kaki setelah bepergian," ungkapnya. 

Ada kebiasaan bagi orang zaman dahulu, yaitu selalu menyediakan padasan di depan rumahnya untuk mencuci tangan dan kaki setelah bepergian, sebelum masuk rumah.

"Orang dahulu selalu berpandangan bahwa diluar rumah itu banyak hal yang bersifat negatif, sehingga kita harus bersih-bersih sebelum masuk ke rumah. Kebiasaan ini sudah banyak ditinggalkan di era modern ini, dan sekarang dengan adanya covid 19 kita diingatkan kembali pada adat kebiasaan nenek moyang kita," terangnya.

Dirinya berharap, sosialisasi cuci tangan ini menjadi salah satu langkah pencegahan Covid-19 agar terhindar dari virus covid-19 yang dapat ditularkan melalui media tangan.

Selain membuat Padasan, Heni juga mengajak warga minum jamu "wedang uwuh" untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19. 

"Program ini diberi judul JAIM (Jaga Imun dengan Minum Jamu), yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga sekitar tentang mitigasi pandemi yang berbasis pada kearifan lokal," ucapnya.

Melalui Jamu Wedang Uwuh, Heni memperkenalkan kembali pencegahan Covid-19 dengan cara tradisional yang telah dilakukan oleh para orang tua zaman dahulu. 

"Para peserta sosialisasi terdiri dari ibu rumah tangga. Sosialisasinya menggunakan media leaflet dan membawa kemasan wedang uwuh yang berisi rempah pilihan yang kemudian dibagikan kepada warga," ujarnya.


Penulis : Heni Widyastuti
Editor : Yus Ismail

Tag:    covid19  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

/* */
Top