Terus Berinovasi, Ade Asma Ingin Ciptakan Pasar Tambun Juara

Terus Berinovasi, Ade Asma Ingin Ciptakan Pasar Tambun Juara


TerasKreasi.com
Ade Asma saat memimpin apel kebersihan di Pasar Tambun.

TAMBUN SELATAN - Pemerintah terus berupaya berbenah meningkatkan mutu dengan melakukan penataan pasar tradisional, pengawasan, dan evaluasi baik dari segi infrastruktur maupun peningkatan kwalitas mutu produk yang dijual.

Tindakan partisipatif yang paling mudah dan nyata dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan selalu menjaga kebersihan di pasar tradisional. Sebagai contoh tidak membuang sampah, pembungkus, puntung rokok, bungkus permen secara sembarangan di lingkungan pasar.

Mayoritas pasar tradisional memiliki fasilitas pasar yang minim dan belum menerapkan praktik higiene dengan baik. Higiene tempat/peralatan pasar merupakan syarat utama penjajaan barang dagangan di pasar tradisional. terutama terhadap produk pangan.

Penataan pasar merupakan salah satu upaya perbaikan dengan cara merenovasi dan memperbaiki fasilitas pasar, penempatan berbagai macam produk sesuai dengan kelompoknya.

Menjaga kebersihan pasar merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menerapkan praktik hygiene di pasar tradisional. 

Membersihkan tempat berjualan dan sekitarnya dari sampah/sisa dagangan yang tak terpakai merupakan kewajiban pedagang dan petugas pasar tradisional untuk menjaga kebersihan pasar.

Waktu yang ideal membersihkan kebersihan pasar yaitu saat sebelum dan sesudah berjualan sehingga tidak mengkontaminasi produk yang dijual di pasar. Pasar yang kurang bersih disukai berbagai hewan perantara penyakit seperti tikus, lalat, lipas, semut, labah-labah, kucing liar, kelelawar, anjing, dan lain-lain. Hal ini akan berdampak negatif terhadap produk yang dijual di pasar, terutama bahan-bahan untuk pangan.

Guna menciptakan kondisi pasar yang jujur, aman dan rapi (Juara), Kasubag TU UPTD Pengelolaan Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, Asma, S.AP, M.Si menggulirkan program Pasar Tambun Juara. 

Program ini mengadopsi program Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), yaitu Pasar Rakyat Jabar Juara.

Program ini, kata dia, dicanangkan sejak 2019. Bahkan, program ini sudah disebarkan oleh Gubernur RK ke seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat. 

Selain itu, diadakan bimbingan teknis (bimtek) empat atau enam bulan sekali dengan tempat berpindah-pindah, diantaranya di Kota Depok, Cirebon, Bandung, dan kabupaten/kota lain.

Tujuan program ini, karena Gubernur Ridwan Kamil ingin membantu perekonomian masyarakat menengah ke bawah. 

“Selaku pengelola pasar, saya menangkap program Pak Gubernur RK ini luar biasa,” kata pria yang akrab disapa Ade Asma ini saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2020).

Ade Asma mengaku meski dirinya sudah puluhan tahun mengelola pasar, namun tidak mengurangi semangatnya untuk menerapkan program tersebut di Pasar Tambun. Itu sebabnya, sejak 2019, dia setiap hari keliling di areal pasar.

“Saya banyak mendapat keluhan dari para pedagang, lantaran yang belanja sepi, perekonomian mereka menurun, mereka menangis. Mendengar keluhan itu, saya juga ikut menangis, walaupun air mata saya tidak keluar,” ucapnya.

Atas dasar keluhan para pedagang, Ade Asma lalu berpikir untuk mencari solusi. Langkah pertama, dia kumpulkan para staff dan karyawan Pasar Tambun. Semua staf dan karyawannya diberi inovasi. Selanjutnya, kata dia, akhlaknya diluruskan, supaya benar.

“Saya ajak semua staff dan karyawan untuk berbuat kebaikan. Dan, saya katakan, bahwa tugas dari pimpinan wajib dilaksanakan,” beber pria kelahiran Cirebon ini.

“Selama berbulan-bulan saya beri inovasi, alhamdulillah 90 persen menjadi baik," pungkasnya.

Reporter : Budi Oeban
Editor      : Yus Ismail

Tag:    ekonomibisnis  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

/* */
Top