Kilas Balik Cerita Corona di Kabupaten Bekasi

Kilas Balik Cerita Corona di Kabupaten Bekasi


TerasKreasi.com
Foto ilustrasi ; shutterstock

1. Cerita Husnia dan Mursela

Cerita tentang Corona (Covid-19) di Kabupaten Bekasi bermula ketika 2 mahasiswi asal Kabupaten Bekasi Husnia dan Mursela terisolir di Wuhan Tiongkok sebagai kota kelahiran virus corona yang akhirnya menyebar ke berbagai penjuru dunia. 

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja sempat mengunjungi keluarga Husnia pada Rabu, 29 Januari 2020 untuk memberikan dukungan. Pada 15 Februari 2020 Husnia, warga Cikarang Barat dan Mursela dari Cikarang Selatan akhirnya bisa dipulangkan ke rumahnya masing-masing setelah menjalani karantina selama 14 hari.

2. Bupati Bekasi bentuk PIKOKABSI.

Empat hari setelah Presiden Jokowi mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama unsur Forkopimda langsung membentuk Pusat Informasi dan Kordinasi Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Covid 19 (PIKOKABSI), pada Jumat (06/03/20). Ketika itu angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih Nol.

"Berdasarkan informasi dari semua stake holder dan rumah sakit, sejauh ini wilayah Kabupaten Bekasi dinyatakan aman dari virus corona,” kata Juru Bicara Pikokabsi,  dr. Alamsyah.

3. Kabar dari Gedung Pakuan.

Kabar mengejutkan terjadi pada 15 Maret 2020. Dari Gedung Pakuan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan 1 warga Kabupaten Bekasi meninggal karena positif corona, isteri dan anaknya juga terindikasi positif. Ini adalah laporan pertama kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

4. Sekolah dan Kampus Diliburkan.

Pengumuman dari Ridwan Kamil direspon cepat oleh Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dengan mengeluarkan Surat Edaran meliburkan semua sekolah dan kampus di Kabupaten Bekasi mulai 16 hingga 31 Maret 2020.

5. Gugus Tugas Covid-19 Dibentuk.

Senin, 16 Maret 2020, Bupati Bekasi memimpin rapat pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Auditorium Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi dengan dihadiri unsur Forkopimda. Usai rapat, Bupati menyebutkan ada 2 orang warga Kabupaten Bekasi positif dan 2 orang meninggal dunia.

6. Pemkab Bekasi Tunjuk 10 Rumah Sakit Rujukan.

Senin, 16 Maret 2020  Jubir Pikokabsi dr Alamsyah mengatakan Pemkab Bekasi telah menunjuk 10 rumah sakit rujukan untuk Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi.

7. Work From Home.

Rabu, 18 Maret 2020 Bupati Bekasi memberlakukan pembatasan kerja (Work From Home) untuk ASN di lingkungan Pemkab Bekasi.

8. Positif Corona Naik 14 Orang.
 
Senin, 23 Maret 2020, usai rapat evaluasi Gugus Tugas, Juru Bicara Pikokabsi, dr. Alamsyah merilis angka positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi naik menjadi 14 orang, 80 ODP, 46 PDP, 4 meninggal dunia.

9. Bupati Bekasi Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Ruang Publik.

Selasa, 24 Maret 2020. Bupati Bekasi bersama Forkopimda memimpin langsung penyemprotan disinfektan di sepanjang jalan negara mulai perbatasan Kota Bekasi sampai perbatasan Karawang. 

Langkah tersebut diikuti oleh penyemprotan disinfektan di berbagai kantor dan ruang publik di Kabupaten Bekasi. Pada hari yang sama Bupati Eka menyampaikan imbauan (woro-woro) kepada masyarakat langsung dari atas mobil.

10. Rapid Test

Tanggal 26-27 Maret 2020, selama 2 hari, Pemkab Bekasi menggelar Rapid Test terhadap 1000 orang dengan cara door to door dan drive thru di Stadion Wibawamukti. Hasilnya cukup melegakan, 998 negatif dan hanya 2 orang yang positif.

11. Tempat Hiburan, Bioskop dan Tempat Wisata Ditutup.

Pada 29 Maret 2020, Bupati Bekasi mengeluarkan surat edaran menutup semua tempat hiburan, bioskop dan tempat wisata serta pembatasan jam buka restoran dan rumah makan yang hanya diijinkan melakukan transaksi pesan bawa pulang (take away).

12. Seruan Beribadah di Rumah.

Hari terakhir Maret 2020, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menerbitkan surat edaran yang meniadakan sementara Shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid dan menyerukan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

13. Bupati Siapkan Lokasi Karantina.

Jumat, 3 April 2020, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan beberapa tempat karantina kesehatan untuk ODP di Cikarang Utara dan mempersiapkan RSUD Cabangbungin untuk antisipasi penanganan pasien Covid-19.

14. Pemkab Bekasi Siapkan Rp240 Miliar untuk Covid-19.

Jumat, 3 April 2020. Pemerintah Kabupaten Bekasi mengumumkan telah menyiapkan anggaran Rp240 miliar untuk penanganan Covid-19. Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha mengatakan, total anggaran Rp240 Miliar tersebut Rp230 Miliar dari pemerintah daerah dan Rp10 Miliar dari anggaran DPRD Kabupaten Bekasi.

15. Lima Warga Kabupaten Bekasi Sembuh dari Corona.

Jumat, 3 April 2020. Jubir Pikokabsi dr Alamsyah menyampaikan kabar gembira, 5 pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Bekasi sembuh. Sementara data dari laman Pikokabsi menyebutkan pada 3 April 2020 ada 25 pasien positif, 5 sembuh, 15 dirawat di RS dan 4 meninggal dunia.

16. Bantuan untuk Warga Terdampak.

Pada 8 April 2020, Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pendataan calon penerima manfaat bantuan dampak pendemi Corona Virus Disease (COVID-19). Pendataan dilakukan supaya tidak ada tumpang tindih bantuan yang diberikan, baik yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi.

17. Hingga 10 April 2020, 41 Orang Positif.

Data dari Pikokabsi.bekasikab.go.id hingga 10 April 2020 tercatat warga Kabupaten Bekasi positif Covid-19 sebanyak 41 orang, 25 dirawat, 9 sembuh dan 7 meninggal dunia. Selain itu ada 113 PDP dan 657 ODP.

18. Kabar Baik, 14 Warga Kabupaten Bekasi Sembuh.

Senin, 13 April 2020. Jumlah warga Kabupaten Bekasi yang sembuh dari virus Covid-19 terus bertambah. Setelah sebelumnya tercatat ada 11 orang, kali ini 3 warga Tambun Selatan kembali dinyatakan sembuh.  Dengan demikian, total warga Kabupaten Bekasi yang sembuh dari Covid-19 hingga Senin (13/04) berjumlah 14 orang.

19. PSBB

Senin, 13 April 2020. Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menggelar konferensi pers memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Rabu (15/04/20) hingga 14 hari ke depan. Selama PSSB akan ada pembatasan kegiatan usaha, pembatasan kendaraan, pembatasan kegiatan sosial dan didirikan check point di perbatasan. Aturan seputar PSBB dituangkan dalam Perbup No. 37 Tahun 2020.

Kepatuhan masyarakat dan semua pihak dalam melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat menentukan terhadap percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bekasi. 

PSBB dapat mencegah munculnya kerumunan dan berbagai aktivitas publik yang berpotensi menjadi medium penularan Covid-19.

Selayaknya PSBB didukung oleh semua orang karena keputusan ini ditujukan untuk melindungi kita dari kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 dan mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih besar.

20. Doa Serentak Satu Menit.

Jumat, 17 April 2020. Langsung dari Studio Radio Wibawamukti, di Gedung Diskominfosantik, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dan Sekretaris MUI KH Muhiddin Kamal memberi komando Gerakan Berdoa Serentak Satu Menit, dimulai tepat pukul 15.30 WIB ba'da ashar yang  yang diikuti seluruh masyarakat. Memohon agar Kabupaten Bekasi bebas dari Covid-19 sebelum memasuki Bulan Ramadhan.

21. Data Kasus Terkini.

Lima hari setelah diberlakukan PSBB, Data terbaru dari laman  Pikokabsi.bekasikab.go.id, sampai dengan Minggu, 19 April 2020 pkl. 19.10 WIB tercatat 60 orang terkonfirmasi positif, 15 sembuh, 8 meninggal, 14 dirawat di rumah sakit dan 23 isolasi mandiri.

Selain itu ada 599 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 179 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 50 Orang Tanpa  Gejala (OTG) dan 5 Orang Pelaku Perjalanan (OPP).

22. Rindu Ramadhan.

"Lewat doa dan usaha kita, saya yakin dan percaya, Kabupaten Bekasi tidak akan seperti kabupaten dan kota lain, kita akan terus menggunakan tenaga dan pikiran, apa pun yang kita miliki,  untuk kebaikan warga Kabupaten Bekasi," (Eka Supria Atmaja).

"Harapan saya, Ramadhan nanti (Covid-19) sudah selesai. Kita ingin di bulan yang kita dambakan itu, kita bisa shalat taraweh bersama, bisa tadarus bergantian di masjid..  mudah-mudahan ini cepat berlalu.." (Eka Supria Atmaja).

Penulis    : Muhamad Ikbal
Editor      : Tata Jaelani

Tag:    covid19  |  pemerintahan  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

/* */
Top