Tak Hanya untuk Selfie, Jembatan Pebayuran Diarahkan untuk Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Tak Hanya untuk Selfie, Jembatan Pebayuran Diarahkan untuk Pemberdayaan Ekonomi Kreatif


TerasKreasi.com
Kades Sumbersari Nur Padilah bersama Camat Pebayuran Cecep Supriadi saat menghadiri acara peresmian Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok, Rabu (12/02/20)

PEBAYURAN - Hadirnya jembatan megah senilai Rp 85 miliar yang menghubungkan antara Pebayuran-Rengasdengklok diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk selfie atau swafoto tapi dapat menggerakan potensi ekonomi kreatif dari warga setempat.

"Bukan hanya sebatas untuk selfie,  wisata atau jalan-jalan, tapi bagaimana di sepanjang bantaran Sungai Citarum ini, bisa menggerakan ekonomi kreatif dari warga sekitar," kata Camat Pebayuran Cecep Supriadi, Rabu (12/02).

Supriadi mengatakan, meskipun Pebayuran daerah pesawahan tapi tidak semua warganya punya sawah.  Karena itu ia berharap ada kepedulian dari warga sekitar untuk mengembangkan ekonomi kreatif di daerahnya.

"Kita sudah melihat contoh di sini, adanya wisata Taman Pelangi di Desa Kertasari dan yang kedua jembatan penghubung ini yang ada di Desa Sumbersari. Kami berharap dua potensi ini bisa berdampak positif bagi warga sekitar," ujarnya.

Kepala Desa Sumbersari, Nur Padilah berharap dengan adanya jembatan tersebut mobilitas warga semakin lancar dan perekonomian masyarakat semakin membaik.

"Biasanya warga kan naik perahu, pertama harus bayar, yang kedua juga ada kekhawatiran masalah keselamatan, apalagi pada saat musim banjir," kata Kades berparas cantik ini.

Terkait pemberdayaan ekonomi warga, Nur mengatakan sudah banyak warga Sumbersari yang berjualan di sekitar jembatan.

"Kami arahkan para pedagang berjualan di sayap kiri dan kanan jembatan. Untuk di atas jembatan sendiri kami ingin steril dari pedagang kaki lima, agar jembatan ini tetap terjaga kebersihannya," ucapnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Rengasdengklok Selatan, H. Khoerudin mengatakan, hadirnya jembatan tersebut lebih banyak menguntungkan warga Kabupaten Bekasi karena banyak orang Bekasi yang belanja ke Pasar Rengasdengklok.

"Prosentasenya sekitar 80-20. Hampir 80 persen warga yang nyebrang kesini orang Bekasi. Karena di Pebayuran tidak ada pasar, jadi mereka belanjanya ke Pasar Dengklok, kalau ke Pasar Bojong harganya mahal-mahal," ujarnya.

Penulis : Yus Ismail

Editor  : Tata Jaelani

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top