Calon Yang Punya Pendidikan Lebih Tinggi Punya Tambahan Bobot Nilai
Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2020

Calon Yang Punya Pendidikan Lebih Tinggi Punya Tambahan Bobot Nilai


bekasikab.go.id
Ilustrasi

Cikarang Pusat (bekasikab.go.id) -Akan ada yang beda pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades)  Kabupaten Bekasi 2020 mendatang.  Hal itu pula yang tertuang pada Peraturan Bupati (Perbup) Bekasi No 48 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Bekasi No 5/2018 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Bekasi. 
 
Beberapa hal yang cukup krusial atas Perbup No 48/2019 itu antara lain menyangkut bobot penilaian atas pendidikan dan usia calon kepala desa.
 
Untuk bobot pendidikan misalnya,  calon kades berpendidikan S3 bobot nilainya 100, S2 (90),  S1 (80), D4 (75), D3 (70), D2 (65), D1 (60) dan untuk SLTA bobotnya 55.
 
Kemudian untuk calon kades berpendidikan Paket C (setara SNA) bobotnya 50, SLTP (45) dan Paket B (setara SLTP) bobotnya 40.
 
Menurut Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)  Kabupaten Bekasi,  Drs H.Maman Firmansyah, MM, bobot penilaian tersebut akan berpengaruh ketika dilaksanakan 'seleksi' jika calon kades lebih dari lima orang. 
 
Sesuai ketentuan yang berlaku,  calon kepala desa yang akan bertarung dibatasi maksimal lima orang. Jika calon kepala desa lebih dari lima orang,  dilakukan seleksi atau uji kompetensi untuk memilih lima calon peserta. 
 
"Pada saat itulah bobot nilai berdasarkan pendidikan  berlaku sesuai dengan ijazah masing-masing calon. Misalnya calon berijazah S1 bobot nilainya 80 dan nilai dengan ijazah SLTP bobot nilainya 40," ujar H. Maman Firmansyah. 
 
Akan tetapi, lanjut Maman,  ada penilaian dalam bentuk lainnya. Hanya saja calon kepala desa yang pendidikannya lebih tinggi,  sudah punya tambahan nilai dibanding calon yang pendidikannya lebih rendah. (agus suzana) 
 

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top