Melalui Jaringan FO, Pemkab Bekasi Bisa Menghemat Rp 32 M Pertahun

Melalui Jaringan FO, Pemkab Bekasi Bisa Menghemat Rp 32 M Pertahun


bekasikab.go.id

 
 
   
 
 
Cikarang Pusat (bekasikab.go.id) - Kebutuhan akan pemakaian Internet yang cukup tinggi bagi pemerintah daerah,  membutuhkan dana cukup tinggi. Setidaknya,  dibutuhkan anggaran sekitar Rp 40 Milyar pertahunnya. 
 
Di Kabupaten Bekasi misalnya,  estimasinya biaya penyewaan koneksi dengan kapasitas 50 mbps mencapai Rp 18,5 juta per bulan per unit kerja. Jadi kebutuhan Internet 145 unit kerja mencapai Rp 2,68 Milyar perbulannya.  Dengan demikian kebutuhan pertahunnya mencapai Rp 32 Milyar.
 
Anggaran sebesar itu sudah bisa dihemat setiap tahunnya oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi sejak memiliki jaringan infrastruktur (serat optik) sendiri yang kini sudah terpasang di semua wilayah kecamatan di Kabupaten Bekasi. 
 
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bekasi, Drs Rohim Sutisna,  pemerintah daerah memang membutuhkan jaringan internet yang cukup besar untuk menunjang berbagai pekerjaan yang kini lebih banyak berbasis internet.
 
Sebut saja, ujar Rohim, mekanisme lelang proyek pekerjaan pembangunan, pelayanan perizinan berbasis Online, hingga pelayanan publik seperti pembuatan kartu keluarga dan e-KTP.
 
"Jadi anggaran sebesar Rp 32 Milyar yang semula untuk penyewaan jaringan,  kini anggaran tersebut tetap berada di kas daerah," ujar Ade.
 
Dipaparkan Rohim , dibandingkan daerah lain, Kabupaten Bekasi termasuk daerah terdepan yang memiliki jaringan infrastruktur tersendiri.
 
Daerah lain, Surabaya misalnya, Pemda-nya  membutuhkan anggaran sampai Rp 40 miliar untuk penyewaan jaringan internet setiap tahunnya. Mereka  lebih memilih menyewa, sedangkan Kabupaten Bekasi memilih membangun sendiri.
 
"Memang anggaran pembangunannya di awal lumayan besar, namun penggunaannya akan terasa untuk jangka panjang dan kita bisa melakukan penghematan yang sangat besar," ujar Rohim.
 
Sekedar diketahui,   pembangunan fiber optik di Kabupaten Bekasi dilakukan bertahap sejak 2015 dengan total biaya Rp 92 miliar. (gl) editor: agus suzana 
 
"

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top