Dispar gelar Festival Busana Pengantin

Dispar gelar Festival Busana Pengantin


bekasikab.go.id

 
Dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-69 dan merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-74, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi menggelar “Festival Busana Pengantin Kabupaten Bekasi 2019”. Event yang akan berlangsung selama tiga hari (24/7 – 26/7/2019) ini dipusatkan di Gedung Graha Pariwisata Komplek Stadion Wibawa Mukti.
 
 
Acara pembukaan Festival ditandai dengan pemotongan pita oleh Asda 1 Kabupaten Bekasi Drs. H. Juhandi M.Si, mewakili Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja SH, yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Drs. H. Encep S. Jaya, M.Si dan Direktur Kadin Kabupaten Bekasi Roan Sukraeni.
 
Tarian khas Jawa Barat dan Bekasi mengawali acara festival, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kabupaten Bekasi. Dalam sambutannya selaku Ketua Panitia, Encep S. Jaya menyampaikan, pernikahan itu bagian dari ibadah, maka kabarkanlah. Untuk itu digelar resepsi, dan disini dibutuhkan rias pengantin. Jadi rias pengantin juga ibadah.
 
“Tujuan Festival Busana Pengantin selain menyambut Hari Jadi Kabupaten Bekasi dan HUT Kemerdekaan RI, juga untuk menghidupkan Gedung Graha Pariwisata ini. Dimana akan rutin digelar event seperti hari ini. Kemudian tanggal 31 Agustus nanti ada festival budaya Indonesia-Jepang. Setiap malam Minggu akan ada pagelaran seni budaya. Ada pameran ekonomi kreatif UKM dan pameran industri dengan menggandeng Kadin Kabupaten Bekasi dan pengelola kawasan. Nanti di lantai atas ada food court, live music dan cafe,” ungkap Encep S. Jaya.
 
Lebih lanjut disampaikan, pada hari pertama festival dibuka dengan penampilan busana pengantin khas Bekasi. Hari kedua, Lomba Busana Pengantin Khas Bekasi dan Busana Pengantin Muslim. Dan hari terakhir adalah pengumuman pemenang yang akan dihibur band mahasiswa Pelita Bangsa.
 
Dalam kesempatan yang sama, Juhandi yang membacakan sambutan Bupati Bekasi menyampaikan, Indonesia memiliki beragam suku bangsa, adat istiadat dan kesenian, salah satunya pakaian adat pengantin. Masing-masing daerah memiliki ciri khas sendiri, dan busana pengantin Jawa Barat khususnya Bekasi memiliki ciri khas yang sangat menarik. Itu perlu dikembangkan ke-bekasi-annya, yang diharapkan warga Bekasi bisa menampilkannya di setiap acara pernikahan.
 
“Melalui kegiatan ini juga sebagai sarana melestarikan dan menggali potensi daerah agar kita bisa bangga terhadap busana pengantin Bekasi saat dipakai di pernikahan. Tidak hanya memahami tetapi juga ikut melestarikan busana adat daerah. Juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan pembangkit semangat kreativitas masyarakat Bekasi,” ungkap Juhandi.
 
 
Puncak acara pembukaan festival berupa penampilan dua pasang pengantin dan empat model pengantin perempuan yang mengenakan busana pengantin khas Bekasi. Pada tahun 2014 busana pengantin khas Bekasi sudah dibakukan secara nasional dan mulai ikut pameran di beberapa daerah. Tokoh yang berjasa adalah Ibu Hj Ipah dan Nurhaety yang ikut menggali busana pengantin khas Bekasi yang dimulai dari tahun 2004.
 
Busana Pengantin Khas Kabupaten Bekasi versi abangan yang juga dikenal dengan nama ‘Kembang Gede’ sekilas mirip dengan Busana Pengantin Betawi. Namun jika diamati secara detail berbeda. Perbedaan di bagian aksesoris seperti Konde Junjung, Jajagoan, Kembang Pacul, Ceker Ayam, Kembang Goyang serta Parang.(Dispar)

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top