Penduduk miskin di Jawa Barat turun 140. 000 jiwa
Data resmi BPS

Penduduk miskin di Jawa Barat turun 140. 000 jiwa


bekasikab.go.id

 
 
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mengumumkan, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat Maret 2019 mencapai 3.399,16 ribu jiwa (6,91 persen). Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sekitar 140,24 ribu jiwa dibandingkan September
2018. 
 
Jika dibandingkan dengan Maret tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sekitar 216,63 ribu jiwa. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2018 – Maret 2019 jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan maupun perdesaan turun masing-masing sebesar 67,57 ribu jiwa dan 72,67 ribu jiwa.
 
Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 6,33 persen menjadi 6,03 persen. Sedangkan yang di perdesaan turun dari 10,07 persen menjadi 9,79 persen.
 
Dalam mengukur tingkat kemiskinan, Garis Kemiskinan (GK) dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
 
Selama September 2018–Maret 2019 , Garis kemiskinan (GK) naik sebesar 3,99 persen yaitu dari Rp. 371.376,- per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp 386.198 per kapita per bulan pada Maret 2019. Apabila dilihat berdasarkan tipologi daerah, GK perkotaan naik
sebesar 4,49 persen dari Rp 372.260 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp 388.979 per kapita per bulan pada Maret 2019. 
Sedangkan GK perdesaan mengalami kenaikan sebesar 2,46 persen dari Rp 367.805 per kapita per bulan menjadi Rp 376.860 per kapita per
bulan.
 
Peranan komoditi makanan terhadap GK sangat dominan dibandingkan peran komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Hal ini menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat pada tingkat ekonomi rendah lebih didominasi pengeluaran untuk
kebutuhan makanan dibandingkan kebutuhan bukan makanan. Sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2019 sebesar 72,20 persen di perkotaan dan 75,40 di perdesaan. Secara total peranan komoditi makanan terhadap GK sebesar 72,94 persen.

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top