BPN akan terbitkan 40.000 seritifikat tahun ini

BPN akan terbitkan 40.000 seritifikat tahun ini


bekasikab.go.id

Banyak hal yang masih menjadi pekerjaan besar yang akan dikerjakan terkait masalah pertanahan di Kabupaten Bekasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi,  Nurhadi, saat pertemuan dengan awak media di kantor BPN,  Jumat (5/5).

Untuk itu Nurhadi mengajak awak media untuk  bersinergi  dalam semangat yang sama membangun Kabupaten Bekasi yang lebih baik.

Pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan,  ujar Nurhadi, selain program Pemerintah Pusat yaitu PTSL ( Pengukuran Tanah Sistematik Lengkap ) pengganti Prona, juga  proyek Jalan tol, kereta cepat Jakarta Bandung.

Terkait dengan PTSL, BPN Kabupaten Bekasi akan menerbitkan 40.000 sertifikat tanah pada 2019 ini.

Kemudian pengadaan tanah untuk  proyek tol  Cimaci, Cicil, Japek II, serta  kereta cepat Jakarta Bandung, serta pembebasan lahan untuk SUTET juga harus segera diselesaikan.

Nurhadi juga menyampaikan beberapa hal terkait rencana kerja kedepan, karena beberapa minggu yang lalu, masih asesment, pengenalan internal, berintraksi dengan teman - teman, untuk mengetahui hal hal apa saja yang masih kendala, sehingga akan  dapat disimpulkan untuk mengambil beberapa langkah ke depan.

"Memang masih banyak yang harus dikerjakan, yang pertama adalah pekerjaan rutin, yaitu.pelayan ke masyarakat, yang setiap hari cukup tinggi volumenya, kemudian PTSL yang tahun ini akan di terbitkan 40.000 seritifikat, lanjut pengadaan tanah di beberapa titik yang di lakukan penyelesaian, LRT buat Bekasi ke bagian Deponya,"  ujar Nurhadi.

Dan untuk PR besar ini, dalam waktu dekat BPN akan mengatasi masalah antrian, dengan mengubah antrian manual menjadi antrian online, sehingga pemohon sudah mendapatkan nomer antrian lewat HP nya, sehingga tidak perlu datang terlalu pagi, hanya untuk mengambil nomer antrian.

Untuk PTSL, BPN telah membentuk 6 tim untuk 21 Desa dan kelurahan, di mana 40 PTSL tersebar di sana.

"Ini membutuhkan kerja keras dan melibatkan banyak pihak, mulai dari RT, Kepala Desa, Kecamatan, dan konsultan," pungkasnya. (eyp/editor : agus suzana)

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top