Warga sambut baik PPDB sistem Zonasi

Warga sambut baik PPDB sistem Zonasi


bekasikab.go.id
Ilustrasi

Warga  Kabupaten Bekasi sambut baik kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kaitan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 , yakni 90 persen kuota kursi yang ada diberikan melalui sistem zonasi.

"Ini artinya bahwa calon siswa yang bertempat tinggal di sekitar lokasi sekolah dimaksud, lebih berpeluang untuk diterima," ujar Usep, warga Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan.

Dalam Permendikbud No 51/2018 pada pasal 19 menyebutkan,  kuota paling sedikit 90 persen dalam jalur zonasi, termasuk kuota bagi peserta didik tidak mampu dan anak penyandang Disabilitas pada sekolah yang menyelenggarakan layanan Inklusif.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Muhadjir Effendy, menyebutkan, bahwa PP 51/2018 tersebut merupakan bentuk peneguhan atas kebijakan zonasi yang sudah diterapkan sebelumnya.

"Mudah-mudahan di lapangan kebijakan tersebut tidak berubah atau diubah-ubah," ujar Kepala Desa Mangunjaya,  Kecamatan Tambun Selatan,  H. Idi Rohidi.

Idi menyebutkan,  setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB) banyak orang tua yang mengadu ke pemerintahan desa karena anaknya tidak diterima di sekolah terdekat.  

Maklum saja, Mangunjaya termasuk desa yang penduduknya sangat padat. Di sisi lain,  para orang tua sering resah karena anaknya tidak diterima di sekolah terdekat.

Dengan zonasi tersebut, harapnya,   seharusnya tidak ada lagi calon siswa yang tidak bisa diterima di sekolah terdekat.

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top