BPN dan PUPR percepat pembebasan lahan tol Cimanggis-Cibitung

BPN dan PUPR percepat pembebasan lahan tol Cimanggis-Cibitung


bekasikab.go.id

BPN dan Kemen PUPR Percepat Pembebasan Lahan Tol Cimanggis-Cibitung
 
BEKASIKAB - Setelah menyelesaikan seksi I sepanjang 3,5 kilometer, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi mempercepat proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Tol Cimanggis-Cibitung.
 
Saat ini telah memasuki pembangunan seksi II yakni sepanjang 23,3 kilometer. Pembangunan fisik pada seksi II ini telah mencapai 35 persen dengan nilai investasi mencapai Rp 5,8 triliun.
 
Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kabupaten Bekasi, Agus Susanto mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan percepatan pengadaan tanah. Soalnya, kebutuhan terbilang mendesak, terlebih untuk menunjang pekerjaan fisik.
 
“Saat ini kami mulai melakukan percepatan dengan mendorong warga pemilik hak atas tanah untuk segera memenuhi persyaratan pembebasan tanah,” kata Agus usai memimpin musyawarah beserta para pemilik tanah di Desa Mekawarngi Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi.
 
Diungkapkan Agus, pada proses pembebasan tanah kerap mengalami kendala yang disebabkan karena surat-surat kepemilikan tanah milik warga yang tidak lengkap. Kemudian persetujuan nilai atas tanah pun kerap mengalami revisi.
 
“Memang ada beberapa seperti seritfikat belum di balik nama atau ada tanah waris yang belum dibagi. Maka dari itu kami terus mengingatkan kepada warga agar persoalan ini diteliti lebih lanjut. Termasuk jika ketika sudah diketahui, mohon dicek lagi apakah ada yang tertinggal, seperti badungan yang tidak terhitung atau mungkin tanah, segera sampaikan,” ucapnya.
 
Percepatan yang dilakukan BPN, lanjut dia, yakni dengan mendorong warga agar berperan aktif terutama yang berkaitan dengan persetujuan nilai atas tanah tersebut. Sesuai ketentuan, setelah menerima nilai yang diberikan, pemilik tanah diberikan waktu selama 14 hari untuk mengajukan keberatan.
 
“Maka dari itu setelah musyarawarah ini kan kalau biasanya warga diminta membuka nilainya setelah di rumah, tapi sekarang kami mengimbau agar dibuka sekarang nilainya. Bukan untuk disetujui langsung tapi dicek bilamana ada yang belum dihitung. Namun jika semuanya sudah disetujui termasuk nilainya, jangan menunggu habis 14 hari. Harap segera menghubungi kami agar diurus pencairan ganti ruginya. Percepatan ini yang kami dorong,” ucapnya.
 
Melalui langkah tersebut, Agus optimis pembebasan lahan untuk Tol Cimanggis-Cibitung di Kabupaten Bekasi dapat rampung pada Maret 2019. 
 
“Kalau dulu prosesnya bisa sampai delapan bulan, sekarang saya harap satu bulan sudah selesai,” katanya.
 
Secara terpisah keseluruhan, untuk menunjang pembangunan fisik seksi II sepanjang 23,3 kilometer, dibutuhkan tanah sebanyak 2.189 bidang atau 1.522.722 meter persegi yang terbagi di sepuluh desa di Kota dan Kabupaten Bekasi. Hingga kini tanah yang telah dibebaskan sebanyak 72 persen. 
 
“Jika di Desa Mekarwangi ini selesai dibebaskan maka persentasenya bakal naik signifikan jadi 78 persen,” tandasnya. 
 
Percepatan dilakukan demi mengejar target tol yang menghubungkan Bekasi dengan Bogor diprediksi beroperasi di akhir 2019.
 
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Tol Cimanggis-Cibitung Seksi II pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Marthin Andreas Panjaitan mengatakan, jumlah lahan yang dibebaskan sebenarnya terbilang tinggi. 
 
Hanya saja, pembebasan lahan tidak dilakukan secara berurutan. Sehingga, meski tanah telah dibebaskan, pengerjaan fisik kerap terhambat.
 
“Karena persoalannya lahan yang bebaskan itu yang berada di dalam sedangkan pekerjaan fisik yang anyak memakai alat berat tidak bisa masuk karena aksesnya kecil. Maka dari itu kenapa jumlah lahan yang dibebaskan tinggi sekitar 70 persen tapi pengerjaan fisik masih 35 persen. Harusnya memang selisihnya 10 persen,” katanya.
 
Untuk itu, Kementerian PUPR beserta BPN Kabupaten Bekasi kini tengah melakukan percepatan agar target pembangunan dapat tercapai.
 
“Kami berharap pembebasan lancar, tidak ada yang keberatan sehingga dapat segera dibayarkan dan pembangunan fisik dapat dimulai,” ujarnya. (jie)

Tag:    daerah  |  


BERITA TERKAIT

Bermedsos ASN

TULIS KOMENTAR

Top